Wartamina

Nasi Tumpeng Barak

Bentuknya yang kerucut dan berwarna merah, Tumpeng ini sarat akan makna dalam runtutan hari suci Pagerwesi menuju Tumpek Landep. Tumpeng Barak biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang atau Taledan dari janur . Bentuk tumpeng yang berupa kerucut merupakan satu titik pusat pada puncaknya dipercaya melambangkan gunung. Gunung dalam kepercayaan Hindu adalah awal kehidupan, mengalirnya amerta atau air kehidupan. Lain halnya, di Bali kita mengenal tumpeng barak. Merah identik dengan semangat yang membara dalam bentuk ketajaman pikiran. Tumpeng barak dibuat dari nasi beras merah. digunakan dalam upakara tumpek landep. Tumpeng barak digunakan dalam banten sesayut pasupati. (Ms)

 

Sate Asem

Dalam acara Agama, Umat Hindu menghaturkan ulam Banten dengan berbagai hasil alam meliputi Daun yang diolah menjadi sayut banten, Bunga menjadi sarana sembahyang,Buah-buahan untuk persembahan dan juga Daging Binatang salah satunya Sate Asem menjadi ulam banten. Siapa yang tak kenal dengan ulam yang satu ini? Sate yang digemari oleh banyak kalangan juga dalam setiap kesempatan. Setiap upacara adat yang dilangsungkan, Sate Asem mudah kita ditemukan pada be banten dalam upacara mecaru di beberapa daerah.Sehingga sate asem menjadi salah satu sarana upakara Hindu di Bali. Sate asem telah dikenal oleh masyarakat Hindu di Bali sejak Zaman Raja Bali berkuasa. Sate asem terbuat dari lemak (muluk),