Wartamaha

Penauran watekan oton

oleh: Ida Pedanda Istri Banjarangkan

Sesungguhnya saat ini kami merasa berbahagia karena kesadaran umat Hindu di Bali sudah semakin baik: umat Hindu sangat bersemangat untuk menjalankan kewajibannya terbukti dari kegiatan sehari-hari untuk menghaturkan canang sari, sodaan alit, dan lain-lainnya sesuai dengan kemampuan setiap individunya demikian juga untuk memuja dan muspa kepura-pura Sad Kahyangan.

Namun kita tidak bisa terlepas dari pengaruh kemajuan teknologi yang sangat pesat yang berpengaruh kepada tatanan kehidupan sehari-hari yang sangat sibuk tidak ada waktu yang tersisa sehingga kita melupakan tugas-tugas pokok yang utama dan pertama sebagai umat beragama Hindu.

Kami berharap dengan hadirnya tulisan ini kami akan dapat memberi tuntunan saudara/saudari dapat melaksanakan tugas pokok yang utama sehingga kehidupan kita akan dapat berjalan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Seharusnya kita tidak akan melupakan ketika kita dilahirkan kita ditemani oleh saudara kita (Kande 4) yaitu : Ari-ari, Getih (darah), Bayu dan Lamas. Sepanjang kita menjalani kehidupan sampai dengan kita meninggalkan dunia fana ini saudara 4 (Kande 4) tersebut yang selalu menemani kita dan setia dengan kesibukan-kesibukan yang kita hadapi sehari-hari sehingga kita melupakan apakah diri kita meperhatikan saudara 4 (Catur Sawak) kita?

Dalam Lontar Purwa Gama Sasana Pada halaman 86 b disebutkan “Lingira Sanghyang Cintya; Duh Putu Engku Laki Sang Tiga Bucari Yana Hyun Kita Maluyeng Swarga Jemah, Ana Padiksanta Ametakena Gatranta Sang Hyang Catur Asrama, Kinena Anglukat Malanta
Katiga, Apan Sang Catur Asrama juga Sang Wenang Dumiksa Kopa Drawanta, Sapapaning Wong Maurip Adyapi Katekeng Pati, Kimutang Papa Klesaning Rat kabeh. Basmi Bhuta Denira, Apan Suta Sang Hyang Darma Sira Kapat Itelasta Wineh Diksan, Kami Mangunugraha Kita, Kitaring Sastra Utama, Gelaranta Yadenta, Maka Pala Waluya Dewata Kita Mantukeng Sura Loka Dlaha, Aji Terus Tunjung Ngaranya, Aywa Wismreti Tekeng Sopakaranya Kabeh Pinaka Pangelebur Ning Ka Wonganta, Imenenya Kami Majarakana Rumuhun.

  1. I Pratamaning Yasanta, Patawurakena Babayaning Wetonta Kabeh,
  2. Kaping Rwanya, Mapawintenan Ta Kita Ri Sanghyang Iswara,
  3. Kaping Tiganya, Sinepuhan Kita Ring Sanghyang Mahadewa Maka Pasupatining Manah Ta
  4. Kaping Patnya, Mayasa Sapuh Jagat Ngaranya, Kramanya Anyatur Loka Pala Kita, Angadekana Sanakta Ka Catur
  5. Kaping Limanya Ya Santa Amaya Sudi Ngaranya, Mangasraya Kita Ri Sanghyang Ibu Pretiwi
  6. Kaping Nemnya, Mayasa Sad Kayangan Ngaranya
  7. Kaping Pitunya, Mayasa Ngangkus Prana Ngaranya, Magasraya Ring Sanghyang Widhi
  8. Kaping Wolunya, Mayasa Kedyatmikan Ngaranya
  9. Kaping Sanganya, Yasanta, Ngarcana Sanghyang Wenang Ngaranya
  10. Kaping Dasanya, Mayasa Dasa Siwa Ngarannya Ngasraya Ring Sanghyang Bayu, Mreyogakna Sanghyang Pretiwi Lawan Akasa, Anyunya Mreta Kagelarannya
  11. I Kaping Sewelasnya, Mangeka Dasa Rudra Ngaranya Ngarcana Sanghyang Sunya Mretha Kita. Palanya, Wenang Lunga Teka Nita, Wenang Manjinging Sakala Niskala Kita.

Dalam Lontar Purwa Gama Sesana (hal 86 b) Ada 11 tugas umat beragama Hindu yang sebaiknya dilaksanakan untuk mencapai tujuan kita beragama

Purwa = Timur (Asal)
Gama = Agama
Sesana = Perilaku/Melakukan/ Melaksanakan

Untuk tugas yang kepertama dan utama kami berikan tuntunan karena sering dilupakan dikarenakan juga oleh kurangnya tuntunan/nasehat dari yang mengetahui tentang hal ini (Ida Sang Wika).

Kewajiban yang utama kita melaksanakan mepenauran watekan oton (hari kelahiran) atau disebut membayar utang kepada yang mantuk miyang ring angga (sane mantuk numadi pada diri kita masing-masing) mepenauran ini hendaknya dapat dilaksanakan 1 (Satu kali) saja dalam hidup kita. Kewajiban kita untuk mepenauran agar kita selalu memperhatikan, saudara ke 4 kita agar kita selalu dibimbing, dijaga, dalam perjalanan hidup kita menuju kehidupan yang lebih baik.

Mepenauran watekan oton ini juga dituntun Ida Sang Wika, karena pujapujanya menyertai sesuai dengan Yadnya yang disiapkan. Yadnya dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan diri kita masing-masing.